Inspire the Human Spirit

 redwood tree

||Pohon Redwood

Pohon Redwood hidup selama ratusan tahun, tumbuh hingga setinggi 350 kaki (kira-kira 117 meter), dan menghasilkan kulit kayu setebal lebih dari satu kaki (30cm). Dan semua itu bermula dari bibit yang panjangnya hanya seperenambelas inci.

Bagaimana kita bisa <melihat> pohon Redwood pada sebuah bibit yang kecil dalam keseharian kita?

PostedBy: Bobby Meidrie Levianto
(sumber: Unknown)

Kepiting

||Sifat Kepiting

Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki.

Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah.
Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat.

Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat.

Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri.

Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting.
Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar.

Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun… dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar.

Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.

Begitu pula dalam kehidupan ini… tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu.

Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan kita malahan mencurigai, jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang nggak bener.
Apalagi di dalam bisnis atau hal lain yang mengandung unsur kompetisi, sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.

Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya. Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti kita menang dalam kehidupan ini.

Pertanda seseorang adalah ‘kepiting’:
1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) yang sudah lampau dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman dalam bertindak
2. Banyak mengkritik tapi tidak ada perubahan
3. Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk menarik kepiting-kepiting yang akan keluar dari baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri. ..Seharusnya kepiting-kepiting itu tolong-menolong keluar dari baskom, namun yah… dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya…

Coba renungkan berapa waktu yang Anda pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi pemenang. Dalam kehidupan sosial, bisnis, sekolah, atau agama. Dan gantilah waktu itu untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri Anda menjadi pribadi yang sehat dan sukses.

Betapa pun banyaknya kucing berkelahi, selalu saja banyak anak kucing lahir. (Abraham Lincoln)

PostedBy: Bobby Meidrie Levianto
(sumber: Unknown)

anak-kerang.jpg

|| Anak Kerang

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.

“Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.”

Si ibu terdiam, sejenak, “Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara, air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan “kerang biasa” menjadi “kerang luar biasa”. Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah “orang biasa” menjadi “orang luar biasa”.

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa’ yang disantap orang, atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara’.

Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja’.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu… “Airmataku diperhitungkan Tuhan… dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara!…”

PostedBy: Bobby Meidrie Levianto
(sumber: Jansen H. Sinamo)

you’re special!

|| You Are Special

Suatu hari seorang pembicara terkenal membuka seminarnya dengan cara yang unik. Sambil memegang uang pecahan Rp. 100.000,00, ia bertanya kepada hadirin, “Siapa yang mau uang ini?” Tampak banyak tangan diacungkan. Pertanda banyak minat.

“Saya akan berikan ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini.”

Ia berdiri mendekati hadirin. Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat2. Lalu bertanya lagi,”Siapa yang masih mau uang ini?” Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.

“Baiklah,” jawabnya, “Apa jadinya bila saya melakukan ini?” ujarnya sambil menjatuhkan uang itu ke lantai dan menginjak2nya dengan sepatunya. Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.

“Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?” Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.

“Hadirin sekalian, Anda baru saja menghadapi sebuah pelajaran penting.
Apapun yang terjadi dengan uang ini, anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya. Biarpun lecek dan kotor, uang itu tetap bernilai Rp. 100.000,00.

Dalam kehidupan ini kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yang menerpa kita. Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti.

Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda, terlebih di mata Tuhan.
Jangan pernah lupa – Anda spesial…!!!

BEst,
Bobby Meidrie Levianto
Sumber: Soulful (Merry)

35161574_64f28002641.jpg

|| Mata, Telinga, Otak dan Hati

Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu kedepan, pandanglah masa depan kita.

Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.

Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita. Dan apa yang kita pikirkan dalam otak kita jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.

Kita lahir dengan 2 mata, 2 telinga tapi kita Cuma diberi 1 buah mulut.
Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa mengoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.

Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.

Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.

BEst,
Bobby Meidrie Levianto

INSPIRASI, Sumber Sukses!

|| INSPIRASI, Sumber Sukses!

Ditengah kondisi ekonomi yang masih sulit melanda negeri ini dengan badai krisis moneter yang menghantam sejak tahun 1998 ditambah dengan kenaikan BBM baru–baru ini, tak jarang mengendorkan semangat dan memudarkan asa dan harapan serta impian kita. Kesuksesan yang dicita-citakan sepertinya cuma tinggal impian belaka.

Tapi jangan manjakan rasa pesimis kita ditengah kondisi yang menimpa bangsa ini. Apapun kondisinya masih ada jalan menuju sukses. Caranya? Yaitu menurut saya dengan mencari sumber inspirasi sukses. Berpikir Positif adalah salah satu kuncinya! namun kali ini saya akan berikan salah satu hal yang lain yaitu apa yang kita kenal dengan Inspirasi!.

Inspirasi mempunyai kekuatan-kekuatan yang mampu merangsang otak kita untuk mendapatkan ide-ide segar dan menemukan bagaimana kita memecahkan masalah yang tengah kita hadapi. Konon inspirasi-inspirasi tertentu dapat menggugah semangat kita untuk mencapai apa yang kita dicita-citakan.

Pertanyaannya adalah darimana kita dapatkan sumber inspirasi sukses itu? Menurut saya beberapa sumber inspirasi sukses bisa kita peroleh dari:

Kisah sukses di sekeliling kita
Sebenarnya banyak contoh-contoh sukses disekeliling kita, dari yang terdekat adalah keluarga kita sendiri. Kita dapat melihat ayah kita yang sukses didalam karirnya, Ibu kita yang suskes dengan pekerjaannya, tetangga depan atau samping rumah kita yang sukses menjalankan bisnis usahanya. Teman kita yang telah sukses dalam pekerjaannya karena mengelola usahanya hingga mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat, Atasan kita yang cukup sukses didalam menjalankan bisnisnya dengan memimpin anggota timnya dan perusahaannya. Hal ini sebenarnya sering kita temui namun selalu luput dari pengamatan kita. Saran saya adalah, tanyailah dan belajarlah dari pengalaman serta perjuangan yang telah dijalaninya didalam mencapai kesuksesan tersebut. Kita bisa belajar cara mereka mencapai sukses!

Kisah sukses public figure atau orang-orang terkenal

Coba Kita ikuti kisah sukses seorang tokoh terkenal yang menjadi idola Kita. Simak bagaimana dia bisa meniti kesuksesan. Kita bisa mengetahuinya lewat surat kabar, televisi, dan media lain yang memuat kisah suksesnya. Walau tidak berpengaruh langsung pada kesuksesan Kita, tapi kisah sukses orang-orang terkenal bisa menjadi sumber inspirasi Kita untuk meraih sukses.

Cerita fiksi
Sering kita menonton film bioskop, sinetron, novel, atau telenovela. Meski ceritanya banyak yang tak masuk akal dan terkesan dibuat buat, tapi ada beberapa yang menyelipkan pesan positif dalam meraih sukses. Walau ceritanya mustahil dan ‘ajaib’ tapi mungkin bisa menjadi sumber inspirasi Kita didalam menggapai sukses.

Mimpi
Saya pernah membaca kaos bikinan Joger Bali yang digunakan oleh rekan kerja saya ketika bersama-sama sedang memberi kelas dalam suatu Training, dimana disitu tertulis “Muda foya-foya, Tua kaya raya, Mati masuk Sorga” sebuah pesan yang menggelitik pikiran kita dan terkesan sederhana, tetapi sebetulnya mengandung pesan positif dibalik itu. Kita pasti pernah bermimpi menjadi orang yang kaya, terkenal, dan bahagia? Jika ya kembangkan mimpi Kita. Tidak selamanya mimpi itu buruk. Jika Kita terobesi akan mimpi Kita, Kita justru akan berusaha mewujudkannya. Bukankah kadang kesuksesan justru berawal dari sebuah mimpi dan khayalan kita?

Pertanyaan terakhir adalah? Bagaimana dengan Kita sendiri? Sudahkah Kita menemukan inspirasi sukses Kita? Kalau sudah, inspirasi tersebut jangan cuma ‘ditampung’ dalam otak Kita. Berusahalah untuk merealisasikan inspirasi tersebut. Siapa tahu sukses itu memang milik Kita. Seperti kata rekan saya Krishnamurti, “Anything Is Possible If You Really Want To”.

Saya teringat pesan ayah saya ketika saya diwisuda yaitu “Wisuda bukanlah akhir dari segalanya, melainkan tanda pintu masuk kedalam dunia kerja baru saja dibuka!”

BEst,
Bobby Meidrie Levianto
::: Tulisan ini juga DIAmbil dari hasil Inspirasi berbagai sumber…… :::